Recent Posts

Pages

Selasa, 08 Juli 2014

Teori Kepribadian Hippocrates-Galenus


Segolongan ahli berusaha untuk menggolong-golongkan manusia ke dalam tipe-tipe tertentu, karena menurut pendapat mereka cara itulah yang paling efektif untuk mengenalsesama manusia dengan baik. Dari beberapa ahli yang menggolong-golongkan tipe manusia diantaranya ialah Hippocrates. Rumusan Hipocrates yaitu tentang ajaran cairan badaniah yang kemudian menjadi sangat terkenal dan sagat besra pengaruhnya terhadap ahli-ahli yang lebih kemudian.
1. Pendapat Hippocrates (460-370 s.m.)
Menurutnya, alam semesta beserta isinya tersusun atas empat unsur dengan sifat-sifat yang didukungnya yaitu:
•Tanah : Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)
•Air : Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)
•Udara : Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)
•Api : Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah)
Cairan-cairan tersebut ada di dalam tubuh dengan jumlah perbandingan tertentu. Di dalam kenyataannya adanya cairan-cairan tersebut dalam tubuh banyak menyimpang dari perbandingan yang seharusnya itu (yang normal), sehingga mengakibatkan adanya kelainan-kelainan.

2. Pendapat GalenusGalenus hanya menyempurnakan dari ajaran yang dibuat oleh Hippocrates. Galenus berpendapat bahwa ”jika suatu cairan adanya dalam tubuh itu melebihi prosposisi yang seharusnya (jadi:dominant) maka akan mengakibatkan adanya sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat yang khas itulah kemudian disebut dengan tempramen. 

B. Ciri Khas Sifat dari Keempat Tipe Kepribadian menurut Teori Hippocrates-Galenus
1. Sanguinis
•Suasana perasannya selalu penuh harapan, segala sesuatu pada suatu waktu dipandangnya penting, tetapi sebentar kemudian tidak dipikirkannya lagi. Sangunicus sering membuat janji sesuatu teteapi jarang menepatinya, karena apa yang menjanjikan itu tak dipikirkannya secara mendalam apakah dia dapat memenuhiinya atau tidak
•Senang menolong orang lain, tetapi tidak dapat dipakai sebagai sandaran.
•Dalam pergaulan peramah dan periang
•Umumnya bukan penakut, tetapi kalau bersalah sukar bertaubat; dia menyesal, tetapi sesal itu lekas lenyap.
•Lekas bosan jika dihadapkan dengan suatu persoalan yang rumit, tetapi jika hanya untuk bersenang-senang atau hanya bermain saja tidak ada jemu-jemunya. 
2. Melancholis
•Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting, dna selalu disertai dengan kebimbangan
•Perhatiannya tertuju kepada segi kesukaran-kesukaran dalam hidupnya
•Tidak mudah membuat janji, karena dia akan selalu berusaha untuk menepati janji yang telah dibuatnya; karena janji itu sangat merisaukan jiwanya; hal ini juga menyebabkan dia kurang percaya diri dan tidak mudah menerima keramahtamahan orang lain.
3. Choleris
•Lekas terbakar tetapi juga lekas padam, tanpa membenci
•Tindakan-tindakannya cepat tetapi tidak constant.
•Selalu sibuk, tetapi dalam kesibukannya itu dia lebih suka memerintah daripada mengerjakan sendiri
•Nafsunya yang pertama ialah mengejar kehormatan; suka sibuk dimata orang banyak; suka dipuji secara terang-terangan.
•Suka pada sikap semu dan formal
•Suka bermurah hati dan melindungi, tetapi hal ini dia lakukan bukan karena dia sayang orang lian, melainkan karena sayang kepada diri sendiri, sebab dengan berbuat demikian itu dia akan mendapat penghargaan.
•Dalam berpakaian selalu cermat dan rapi, karena dengan demikian itu dia nampak lebih cendekia daripada yang sebenarnya. 
4. Phlegmatis
Phlegma sebagai kelemahan, ialah kecenderungan ke arah ketidakpekaan; alasan yang kuat tidak cukup untuk merangsangnya untuk bertindak; ketidakpekaan ini menyebabkan adanya kecenderungan ke arah kejemuan dan mengantuk. Phlegma sebagai kekuatan sebaliknya, merupakan sifat yang tidak mudah bergerak tetapi kalau sudah bergerak lalu tahan lama. Sifat-sifat khas golongan ini ialah:
•Lambat menjadi panas, tetapi panasnya itu tahan lama
•Tidak mudah marah
•Darah yang dingin itu tak pernah dirisaukannya
•Cocok untuk tugas-tugas ilmiah

0 komentar:

Posting Komentar